Ajian Bandung Bondowoso, Ilmu Sakti untuk Kekebalan

Ajian Bandung Bondowoso, Ilmu Sakti untuk Kekebalan – Sesuai dengan namanya, ilmu Bandung Bondowoso berasal dari kisah Roro Jonggrang. Dimana Pada jaman dahulu Roro Jonggrang meminta pada Bandung Bondowoso untuk dibangunkan seribu candi sebagai syarat meminangnya. Keseribu candi tersebut harus selesai sebelum ayam berkokok atau fajar menyingsing, jika tidak pernikahan mereka tak akan pernah terjadi. Dengan kekuatan sakti Bandung Bondowoso sebenarnya berhasil membangun 1000 candi, tapi Roro Jonggrang menggagalkannya dengan aksi liciknya.

Nah, seperti apakah sebenarnya kesaktian Ajian Bandung Bondowoso? Yuk simak ulasan berikut ini!

Dikisahkan pada jaman dahulu bahwa aji Bandung Bondowoso akan membuat sesorang menjadi kebal terhadap segala macam serangan senjata. Bahkan ada yang mengatakan, tak perlu melakukan gerakan sedikit pun untuk menangkis serangan senjata. Ilmu sakti Bandung Bondowoso akan membuat senjata tersebut terpental dengan sendirinya. Ajian ini juga bisa membuat penguasanya disukai banyak orang.

Ajian Bandung Bondowoso Dari Masa ke Masa

Namun Berbeda dengan era atau jaman sekarang dimana aji Bandung Bondowoso lebih kepada keselamatan dan perlindungan. Disesuaikan dengan era sekarang dimana orang akan kebal terhadap niat jahat seseorang, dari niat buruk dan aksi jahat. Seperti misalnya perampokan, pencurian, pembunuhan, pembacokan, dan pemerkosaan serta penipuan.


BACA JUGA :


Syarat Berat Menguasai Aji Bandung Bondowoso

Menguasai ilmu sakti Bandung Bondowoso bukanlah perkara yang gampang. Penguasa ajian ini harus selalu menjaga tindak tanduknya agar selalu dalam kebaikan. Jika melenceng sedikit saja, maka nyawa taruhannya. Ada laku atau syarat tertentu jika ingin menguasai ilmu sakti Bandung Bondowoso. Melakoni laku tersebut tentu saja nggak semudah membalikkan telapak tangan. Karena itulah, ajian Bandung Bondowoso mulai punah. Hanya segelintir orang saja yang sanggup menjalani syarat untuk menguasai ajian Bandung Bondowoso.

Laku yang pertama yaitu niat yang bersih untuk menggunakan ilmu Bandung Bondowoso di jalan kebaikan. Sebelum mulai belajar mendalami ajian ini, harus berniat menggunakan ajian ini di jalan kebaikan. Kalau nggak, konsekuensinya nggak main-main, nyawa bisa melayang. Kemudian melakukan puasa selama 30 hari dimulai pada hari Sabtu Kliwon bulan Suro, dilanjutkan dengan puasa ngebleng selama 7 hari dan terakhir puasa patigeni.

Selama puasa, wajib juga hukumnya melakukan sholat wajib dan sunnah. Tahap akhir adalah upacara ‘ngobong nyowo’ yang bertujuan untuk menyiapkan jiwa menerima Aji Bandung Bondowoso. Semua laku tersebut harus dilakukan dengan bimbingan guru yang paham betul mengenai ilmu Bandung Bondowoso ini.

Ajian satu ini dulu dipercaya sangat populer. Namun, seiring berjalannya waktu tak banyak lagi orang yang mempelajarinya. Masuk akal sih kenapa. Alasannya tak lain karena ajian ini sangat berat dalam prosesnya serta memiliki konsekuensi yang begitu besar.

56 total views, 2 views today

Bagikan informasi ke teman/kerabat melalui :