11 Cara Membuat Jimat Yang Harus Diperhatikan

cara membuat jimat

11 Cara Membuat Jimat Yang Harus Diperhatikan – Azimat atau Jimat adalah benda bertuah terbuat dari kain/kertas yang telah ditulisi dengan rangkaian huruf, angka, simbol dan asmak tertentu dengan tujuan sebagai tabarruk (mengharap berkah) dari Allah SWT agar permohonan khusus kita bisa dikabulkan.

Kekuatan suatu azimat pada dasarnya tercipta dari riyadhoh pembuat azimat dengan mengharapkan Allah SWT berkenan memberikan kekuatan berkah, atau berdasarkan ilmu hikmah dimana setiap tulisan memiliki karakter yang energinya mampu mempengaruhi kejiwaan.

Dan sumber kekuatannya pastilah dari Allah SWT.

Besar kecilnya kekuatan suatu azimat itu berdasarkan dari tingkat spiritual pembuatnya dan juga penerapan etika dalam pembuatan azimat tersebut. Kedua hal ini saling berkaitan, sayangnya seiring perkembangan zaman salah satu penentu kekuatan tersebut tidak dilaksanakan bahkan dilupakan.

Misalnya, ada ahli spritiual memiliki ilmu spiritual yang sangat tinggi, namun karena merasa ilmu nya sudah tinggi ia dengan asal membuat azimat, maka kekuatan dari azimat tersebut tidaklah seberapa bahkan akan hilang seiring waktu.

Kali ini saya akan memberitahu Anda 11 cara penting yang sering saya lakukan dalam membuat azimat. Cara-cara dalam pembuatan azimat ini merupakan hal wajib yang harus dilakukan agar azimat yang dibuat memiliki kekuatan tinggi sesuai dengan fungsi yang diharapkan.

11 Cara Membuat Jimat

  1. Suci dari Hadas dan Najis

Seorang pembuat azimat yang mengharapkan kekuatan kepada Allah SWT haruslah dalam keadaan suci. Suci dari segala hadas dan najis. Sebelum melakukan proses pembuatan dianjurkan untuk menyucikan diri terlebih dahulu.

  1. Tertutup dan Menghadap Kiblat

Dalam membuat azimat tidak boleh dilihat orang lain. Hal ini dilakukan untuk menghindari perasaan pamer atau riya’ dan bisa lebih khusyuk. Lalu juga menghadap kiblat ketika membuat azimat.

  1. Harus Rapi

Rapi yang dimaksud adalah cara penulisan azimatnya. Menulis azimat tidak boleh tergesa-gesa sehingga bisa membuat tulisan berkesan acak-acakan. Harus seimbang antara panjang dan lebarnya media yang digunakan.

  1. Berurutan

Menulis azimat harus mengikuti aturan/urutan berdasarkan kalimat yang ditulis. Menulis dari kanan ke kiri sebagaimana kaidah menulis huruf Arab.

  1. Mengenakan Pena Hindi

Dalam menulis azimat yang bagus dan memiliki kekuatan, dianjurkan untuk mengenakan pena yang dibelah dua.

  1. Bershalawat

Sebelum menulis azimat harus membaca shalawat nabi sebanyak 3 kali. Bisa juga dilanjutkan dengan membaca shalawat-shalawat sesuai manfaat yang diharapkan untuk meningkatkan kekuatannya.

  1. Menyimpan Ilmu

Ilmu yang sudah dimiliki tidak perlu dipamerkan apalagi disombongkan. Karena itu pembahasan yang saya tulis hanyalah garis besarnya saja. Agar tidak menimbulkan kesan pamer pada pembaca, hanya sebagai informasi dan tambahan pengetahuan kepada pembaca.

  1. Tawaduk

Tawaduk adalah sikap merendahkan hati. Seorang pembuat azimat perlu memiliki sikap rendah hati baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Sikap Tawaduk merupakan bagian dari Akhlakul Karimah yang wajib dimiliki oleh para ahli ilmu hikmah. Ketulusan dan tawaduk terhadap  Allah SWT, Guru dan sesama manusia itulah yang mengundang keberkahan. Sehingga satu  kalimat ilmu saja bisa mendatangkan berkah dan karomah

  1. Mengamalkan Secara Ikhlas dan Yakin

Harus ikhlas, dan tidak boleh ragu dengan ilmu yang diamalkannya. Ditinjau dari sisi agama, manfaat dan berkah yang terjadi karena orang-orang ikhlas yang amat dicintai oleh Alla SWT. Sehingga ia diberi kuasa untuk berdoa dengan Mulut Nya, berpikir dengan Hati Nya, dan bekerja (menulis) dengan Tangan Nya.

  1. Istikharoh

Mencari petunjuk dari Allah SWT sebelum melakukan hal – hal yang penting. Seorang ahli ilmu hikmah dengan ilmunya yang tinggi tetap harus dianjurkan untuk mencari dan meminta petunjuk Allah SWT. Karenanya, bisa menulis atau membuat azimat sesuai sasaran yang dituju. Misalkan membuat azimat dengan sasaran manfaat kerezekian, maka dengan istihkaroh diberikanlah petunjuk kerezekian dari Allah SWT.

  1. Tawakal

Seorang ahli ilmu hikmah harus sadar bahwa kemampuan manusia hanyalah berusaha. Sedangkan keberhasilannya Allah SWT yang menentukan. Oleh karena itu saya selalu menegaskan untuk meniatkan sarana spiritual seperti azimat dengan niat mengharapkan ridho Allah SWT dengan azimat sebagai perantaranya. Bukan dengan meyakini bahwa azimat tersebut bisa mendatangkan kekuatannya sendiri.

Itulah cara-cara yang dipegang oleh orang – orang yang berthorekoh  atau ahli ilmu hikmah. Anda mungkin menemukan etika-etika yang sedikit berbeda dari setiap ahli spiritual dalam membuat azimat. Namun pada intinya, suatu proses pembuatan azimat tidak lepas dari etika-etika yang harus dilakukan selain dari tingkat ilmu spiritual yang tinggi. Apabila dilupakan atau tidak dilakukan maka kekuatan sebuah azimat tidak lebih dari suatu tulisan tanpa energi. Kalau memiliki kekuatan pun tidak seberapa pengaruhnya.

Melalui  proses pembuatan yang mengacu pada cara diatas, sebagai ahli ilmu hikmah saya telah membuat beberapa azimat dan juga rajah yang bisa Anda gunakan sebagai sarana spiritual dan pegangan dengan berbagai manfaatnya. Silahkan kunjungi www.pusatazimat.com.

41 total views, 2 views today