[Kisah Nyata] Prosesi Ritual Pesugihan Gunung Kawi dengan Tumbal

[Kisah Nyata] Prosesi Ritual Pesugihan Gunung Kawi dengan Tumbal – Salah satu ritual pesugihan paling populer di Indonesia adalah pesugihan di lereng Gunung Kawi. Bagi para pendaki Gunung, Gunung Kawi memiliki pesona luar biasa indahnya, namun bila dilihat dari kacamata Supranatural akan sangat berbeda. Gunung Kawi memiliki banyak kisah tragis karena pesugihan di dalamnya. Konon, orang yang melakoni pesugihan ini haruslah memberikan sebuah tumbal. Tidak tanggung tanggung bahkan tumbalnya adalah tumbal Nyawa. Sangat mengerikan bukan? Sebab itulah kami tertarik untuk menjelaskan pada anda mengenai prosesi ritual pesugihan di Gunung Kawi yang memakan korban Nyawa.

Ketika kita mendatangi sebuah gunung yang terletak di Malang Jawa Timur ini kita akan menemukan di sepanjang jalan yang disuguhi bangunan arsitektur khas tiongkok. Tempat tersebut biasanya digunakan untuk melakukan ritual pesugihan Gunung Kawi. Nah, bagaimana proses ritual mencari kekayaan di Gunung Kawi tersebut? Mari simak selengkapnya.

Dimulai dengan Hari Tepat Melakukan Ritual

Ritual pesugihan Gunung Kawi tidak bisa dilakukan di sembarang waktu, harus ada hari yang baik untuk melakukan ritual ini. Jika ingin mendapatkan kekayaan secara mendadak, seseorang harus melakukan ritual pesugihan pada hari jumat legi. Selain itu, setiap tanggal 12 bulan suro (penanggalan jawa) pengunjung yang melakukan ritual semakin membludak.

Kedua hari ini dipilih untuk ritual pesugihan karena pada hari tersebut tepat memperingati wafatnya Eyang Juga & Eyang Sujo. Keduanya tak lain adalah pembantu pangeran Diponegoro. Konon, dikatakan kedua hari inilah yang dapat menjadi hari keluarnya khodam pesugihan di Gunung Kawi.

Tumbal Nyawa Sebelum Ritual Pesugihan

Sebelum memulai ritual pesugihan, si pelaku atau petapa harus melakukan mandi suci lebih dulu. Selain itu mereka diwajibkan untuk memberikan tumbal nyawa pada sang penguasa Gunung Kawi guna mendapat pesugihan dan kekayaan mendadak. Sang Juru Kunci lah yang akan membimbing ritual pesugihan Gunung Kawi ini. Setelah mandi suci, si pelaku harus melakukan sumpah untuk memberikan tumbal nyawa baru mereka diizinkan untuk melakukan tapa brata sebagai prosesi ritual pesugihan berikutnya.

Prosesi Tapa Brata Ritual Pesugihan Gunung Kawi

Salah satu syarat melakukan pesugihan Gunung Kawi adalah melakukan tapa brata. Proses ini dilakukan dengan duduk bersila di bawah pohon dewandaru dengan beralaskan daun pisang. Selama melakukan tapa brata, mereka tidak boleh makan, minum ataupun buang air.

Tapa Brata diakhiri apabila si pelaku pesugihan ini sudah dihampiri selembar daun dewandaru yang gugur dan jatuh diatas tubuh mereka. Gugurnya daun dewandaru ini menandakan bahwa permintaan pesugihan telah disetujui oleh penguasa gunung kawi. Sedangkan pesugihan ditolak apabila sudah melakukan tapa brata lebih dari 3 hari dan tidak dijatuhi daun dewandaru.

Pesugihan Gunung Kawi ini kuncinya ada pada daun Dewandaru. Sebab itulah, setelah menjalani ritual maka daun dewandaru yang didapatkan harus dibawa pulang. Si Pelaku pesugihan harus menjaga daun tersebut, karena daun tersebutlah yang akan mendatangkan rezeki.

Prosesi Persembahan Tumbal

Ada syarat dalam melakoni pesugihan gunung kawi ini yaitu tumbal nyawa. Semakin besar rezeki yang di dapat, semakin besar pula tumbal yang harus diberikan. Pernah ada peziarah yang menyerahkan keturunannya sampai 7 turunan. Keturunan merekalah yang akan ditumbalkan, misalnya anak, cucu, cicit dan seterusnya. Tentu saja tidak secara langsung, biasanya ketika seorang yang dijadikan tumbal sudah menginjak dewasa, mereka akan mendapatkan penyakit misterius yang sulit disembuhkan.

Jadi tidak serta merta akan mati saat itu juga namun sedikit demi sedikit mereka akan digerogoti penyakit yang cukup misterius. Namun ada juga calon tumbal yang mati secara mendadak tanpa mengalami gejala sedikitpun.

Memang mengerikan jika anda melakoni pesugihan Gunung Kawi dengan tumbal nyawa. Lalu bagaimana jika anda menginginkan sebuah pesugihan namun tidak harus menggunakan tumbal nyawa?

Ada sebuah pesugihan putih yang bisa mendatangkan banyak rezeki namun tidak menggunakan tumbal sebagai bayarannya. Energi yang digunakan adalah energi spiritual melalui wirid, doa dan hizib. SELENGKAPNYA, KLIK DISINI!

 

2,377 total views, 31 views today

Bagikan informasi ke teman/kerabat melalui :