MANTRA JARAN GOYANG

Mantra Jaran Goyang : Kisah Asal Usul dan Cara Mengamalkannya Untuk Pelet

Mantra Jaran Goyang : Kisah Asal Usul dan Cara Mengamalkannya Untuk Pelet – Di Indonesia, Jaran Goyang tentu sudah tidak asing lagi. Bahkan ada sebuah lagu di kalangan pecinta dangut, berjudul Jaran Goyang. Kepopuleran ini tidak lepas dari kehebatan ilmu Pelet Jaran Goyang itu sendiri. Sebagai ilmu pelet yang melegenda, Ajian Jaran Goyang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Adapun kisah asal usulnya adalah sebagai berikut!

Mantra Jaran Goyang sejatinya adalah bagian dari seni sastra penuh makna, pertama kali diciptakan oleh Suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur. Ada 4 aliran Ilmu Kebatinan menurut suku osing, yaitu ilmu hitam, ilmu putih, ilmu merah dan ilmu kuning. Adapun Jaran Goyang sendiri masuk dalam golongan ilmu merah atau disebut sebagai Ilmu Pelet dan pengasihan.

Meski demikian, mantra Jaran Goyang ini tidak digunakan untuk menyakiti atau balas dendam kepada seseorang, melainkan untuk menyatukan dua orang agar bisa menikah, menyatu dalam ikatan cinta yang suci. Menurut mitos yang berkembang, mantra pelet jaran goyang pertama kali ditemukan pada masa Kerajaan Blambangan. Kala itu, Kerajaan Blambangan tengah diambang kehancuran, di mana rakyatnya mulai terpisah-pisah. Dan untuk menyatukannya diperlukan Ilmu Pelet yang hebat.

Bunyi Mantra Pelet Jaran Goyang

“NIYAT INGSUN AMATEK AJIKU SI JARAN GOYANG.

TAK GOYANG ING TENGAH LATAR, 

CEMETIKU SODO LANANG UPET UPET KU LEWE BENANG. 

TAK SABETAKE GUNUNG JUGRUG WATU GEMPUR,

TAK SABETAKE SEGORO ASAT,

TAK SABETAKE OMBAK GEDHE SIREP,

TAK SABETAKE ATINE SI [Nama Orang Yang Dituju]

PET SIDHO EDAN ORA EDAN SIDHO GENDENG

ORA GENDENG  ORA MARI MARI YEN ORA INGSUN SING NAMBANI”.

 

Cara Mengamalkan Mantra Jaran Goyang

Jika ingin menguasai ilmu pelet ampuh ini, seseorang harus melakukan persyaratan antara lain puasa mutih selama tujuh hari dengan hanya makan tiga kepal nasi setiap sahur maupun berbuka. Adapun selama berpuasa, orang yang mengamalkan harus menjaga panca inderanya dari hal-hal kotor/ perbuatan maksiat.

Selanjutnya, membaca mantra pelet Jaran Goyang sebanyak 111 kali saat tengah malam, dibaca 33 kali saat fajar menyingsing dan dibaca sebanyak 44 kali saat senja. Ketika membaca mantra, orang yang mengamalkan harus membayangkan wajah target yang hendak dituju.

Tirakat Puasa mutih ini kemudian diakhiri dengan puasa pati geni selama satu hari penuh.  Semua persyaratan dilakukan, maka target akan datang di hari ke delapan dan akan takluk serta menuruti semua permintaan orang yang mengamalkannya.

Namun, jika dirasa berat maka ada sebuah ajian jaran goyang yang praktis atau mantra jaran goyang tanpa puasa dan tinggal digunakan saja. Ada yang berbentuk mustika ataupun minyak. Di dalam sarana pengasihan ini tentu sebelumnya sudah ditirakati dan diisikan energi pelet ke dalamnya. Penasaran dengan sarana ini? YUK KLIK DISINI!

Demikian tentang mantra Jaran Goyang semoga bermanfaat untuk Anda. BARAKALLAH.

990 total views, 1 views today

Bagikan informasi ke teman/kerabat melalui :