Perjalanan Astral Kang Masrukhan : Bisikan Gaib dari Candi Borobudur

Perjalanan Astral Kang Masrukhan : “Bisikan Gaib dari Candi Borobudur” – Kang Masrukhan, pendiri sekaligus pengasuh Assosiasi Parapsikologi Nusantara (APN) kembali menunjukkan sepak terjangnya dalam dunia supranatural. Cerita dan desas-desus misteri yang menyelimuti bangunan candi Borobudur membuat Kang Masrukhan tergugah untuk melakukan perjalanan astral di sekitar Candi tersebut.

Candi Borobudur yang dikenal sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia tidak hentinya mendapatkan sorotan dari berbagai aspek, entah itu dari budayanya, dari kisah sejarahnya, keunikannya serta tak tertinggal kisah misterinya. Candi Borobudur dibangun pada jaman dinasti Syailendra pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno. Dari berbagai relief gambar pada dinding candi, diperkirakan Borobudur dibangun pada tahun 780 Masehi dengan Sang Arsitek, Gunadharma. Sejarah candi Borobudur mencatat bahwa terdapat sebuah prasasti yang dianggap berkaitan erat dengan asal-usul Candi Borobudur, yaitu prasasti Sri Kahulunan. Prasasti ini berangka tahun 842 Masehi yang menyebutkan sebuah ungkapan “Kawulan I Bhumi Sambhara”. Inilah yang menjadi julukan lain dari candi Borobudur, yaitu ‘Bhumi Sambhara’.

Menurut Sir Thomas Stamford Raffles (orang Inggris yang pernah berkuasa di Indonesia) mengatakan bahwa nama Borobudur berasal dari kata Bara yang berarti besar dan Budhur yang artinya Buddha. Jadi, Borobudur merupakan lambang dari besarnya pengaruh dan kedudukan Budha pada masa itu. Banyak cerita sejarah yang menerangkan bahwa candi ini pernah hilang sampai akhirnya ditemukan kembali. Hilangnya candi Borobudur adalah dikarenakan runtuhnya Dinasty Syailendra dan kerajaan Mataram pada waktu itu. Namun sampai akhirnya ditemukan kembali dan dilakukan pemugaran dan di renovasi, tapi tetap saja unsur utama dan design utama dari candi ini tidak bisa diubah.

Perjalanan Astral dan Misteri Candi Borobudur

Kisah sejarah menyisakan beberapa tangisan pilu yang berujung pada sebuah misteri. Banyak misteri dan keanehan di dalamnya, yang sampai saat ini belum terpecahkan dan tidak bisa dinalar oleh pikiran manusia biasa. Beberapa misteri yang ada dalam candi Borobudur ini bisa ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya :

  1. Pembangunan yang Misterius

Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui bagaimana cara membangun sebuah candi yang begitu kokohnya, tanpa semen, tanpa besi. Hal ini menjadi keanehan yang begitu nyata terlihat, tak dapat di nalar oleh manusia. sampai sejauh ini bahkan sudah banyak ilmuwan di seluruh dunia yang datang untuk meneliti, namun tak ada satupun yang bisa mendeteksi bagaimana cara membangun sebuah candi seunik Borobudur.

  1. Piramida Sempurna

Banyak yang kagum dengan arsitektur dari candi Borobudur. Jika dilihat dari atas, bentuk piramida candi Borobudur begitu berbeda dengan bangunan-bangunan lain yang ada di seluruh dunia. Bahkan, piramida raksasa yang ada di Mesir Sekalipun tidak sesempurna piramida berundak yang ada di candi Borobudur. Piramida ini berbentuk punden berundak yang begitu unik dan tidak ada yang menyamainya meskipun di negeri India (pusat peradaban Hindu-Budha) sekalipun.

  1. Dibangun di atas Danau

Banyaknya ilmuwan dan peneliti yang berdatangan mengungkap sebuah fakta geologi bahwa kawasan Candi Borobudur memiliki sebuah sumur yang mata airnya asin di titik-titik tertentu. Adanya penemuan ini para peneliti memperkirakan bahwa Candi Borobudur dibangun di tengah danau purba. Sampai saat ini masih banyak diteliti mengenai keanehan dari danau purba tersebut.

  1. Tak lenyap oleh timbunan letusan gunung api

Dekatnya kawasan Borobudur (Magelang) dengan Kawasan Gunung Merapi (Yogyakarta) membuat aktivitas gunung Merapi sedikit mengganggu keberadaan candi Borobudur. Gunung Merapi yang selalu aktif memuntahkan isi perut Bumi selama 5 tahun sekali memberikan dampak yang cukup negatif terhadap keberadaan candi. Letusan Gunung api ini pernah menenggelamkan candi Borobudur karena letusannya yang menutupi area Borobudur. Bahkan pada tahun 1006 Borobudur dikabarkan tertimpa letusan Gunung Merapi dan hilang dari peradaban. Namun sekitar tahun 1814 secara tiba-tiba Candi ini ditemukan lagi di belantara hutan tropis.

  1. Misteri Angka Satu

Para peneliti ahli matematik, menemukan satu fakta yang tak kalah misterius. Misteri ini dikenal dengan sebutan misteri angka satu. Perhitungan uniknya adalah seperti ini :

  • Total tingkatan candi Borobudur adalah 10, nah jika 1 dan 0 dijumlahkan maka hasilnya = 1 [1 + 0 = 1]
  • Jumlah stupa di arupadhatu yang terdapat patung-patung di dalamnya ada 32 + 24 + 16 + 1 = 73. Angka 7 dan 3 bila dijumlah hasilnya adalah 10. Angka 10 bila dijumlah hasilnya juga satu. [1 + 0 = 1]
  • Total keseluruhan jumlah patung yang ada dalam Candi Borobudur adalah 505 buah. Bila angka-angka di dalamnya dijumlahkan maka hasilnya : 5 + 0 + 5 = 10. Kembali lagi bila angka 1 dan 0 dijumlahkan maka hasilnya juga 1. [1 + 0 = 1]

 

Ya, apalah arti sebuah angka namun faktanya semua ini menjadi misteri tersendiri bagi penduduk sekitar dan umumnya bagi warga Negara Indonesia yang memiliki candi semegah Borobudur.

Menilik semua misteri yang beredar di masyarakat seperti di atas, Kang Masrukhan tertarik untuk melakukan perjalanan astral di sekitar candi Borobudur. Kemarin beliau menyempatkan waktunya untuk rencananya tersebut. Lalu apakah yang beliau dapatkan dari perjalanan astralnya kali ini?

Untuk memperkuat niatnya melakukan perjalanan gaib, Kang Masrukhan menilik surat SABA ayat ke 18 dalam Al-Qur’an yang berarti :

Berjalanlah padanya beberapa malam dan siang dengan aman”. [QS. 34 Ayat 18]

Penelitian yang telah banyak dilakukan terungkap bahwa yang disebut Negeri SABA dalam ayat Al-Qur’an adalah negeri Indonesia dimana pulau Jawa sebagai pusat pemerintahan. Arsy Saba adalahcandi Borobudur yang dipindahkan dari candi Ratu Boko yang dipindahkan atas perintah dari Nabi Sulaiman a.s. Padahal selama ini orang mengira arsy saba terletak di Yaman.

_MG_5981Dari situ, Kang Masrukhan juga ingin mengungkap rasa penasarannya. Satu hari dalam perjalanan astralnya beliau mendapatkan satu ilham dan bisikan gaib dari para leluhur yang mendiami candi Borobudur. Dengan adanya bisikan tersebut, Kang Masrukhan mencoba mengartikannya. Menurut beliau, bisikan tersebut menandakan suatu keresahan para nenek Moyang kita karena ulah tingkah manusia yang kurang menjaga lingkungan sekitar. Candi Borobudur yang dulunya begitu asri penuh tumbuhan dan tanaman, sekarang rasanya gersang dan panas. Ulah manusia yang tidak menghormati peninggalan leluhur seperti membuang sampah sembarangan di sekitar area candi, menggunakan area candi sebagai tempat pacaran/mesum serta hal-hal lain yang kesannya tidak ikut merawat kebersihan candi.

_MG_5973Bila kita mendengar sendiri teriakan dan isak tangis leluhur kita, pasti hati akan terasa teriris. Begitu menyedihkan mereka menangis sejadi-jadinya bahwa perjuangan mereka menjadikan bangunan candi Borobudur sebagai bangunan ajaib di dunia ternyata tidak mendapat dukungan baik dari keturunan mereka. sangat disayangkan. Oleh karena itu Kang Masrukhan sebagai ahli supranatural mengajak kita semua untuk mendengarkan apa yang nenek moyang kita ajarkan yaitu kebersihan lingkungan. Juga menjaga kebudayaan Indonesia agar tetap lestari dan mmbudaya hingga manca Negara.

Ya, itulah bisikan gaib yang beliau dapatkan dari perjalanan astral kali ini. Kang Masrukhan mengaku belum mendapatkan benda pusaka apapun disini karena disini adalah tempat suci bagi agama Budha. Meski terkesan keramat, namun kebesaran agama Budha melindungi Borobudur dari energi-energi negatif.

537 total views, 3 views today

Bagikan informasi ke teman/kerabat melalui :

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published.