Perlunya Sifat Tawadhu Dalam Mempelajari Ilmu Tenaga Dalam

sifat tawadhu dalam mempelajari ilmu

Perlunya Sifat Tawadhu Dalam Mempelajari Ilmu Tenaga Dalam – Dikalangan perguruan beladiri yang bernafaskan islam, ada semacam kepercayaan bahwa Tawadhu atau sifat rendah hati, juga hormat terhadap sang guru adalah kunci utama untuk memperoleh berkah dari ilmu yang dipelajarinya.

Pada jaman dahulu para pencari ilmu rela mengorbankan segalanya untuk memperoleh ilmu yang diminatinya. Mulai dari waktu, tenaga, bahkan hingga harga diri. Dulu memang untuk memiliki satu jenis ilmu kadang harus ditukar dengan pengorbanan yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh generasi sekarang. Seperti menghambakan diri pada kediaman gurunya.

Sifat tawadhu dalam mempelajari ilmu mulai dari menggembala ternak, menimba air, bekerja disawah dan sebagainya dilakukan oleh sang murid. Itu semua dilakukan untuk waktu yang cukup sangat lama. Hal itu pun juga menjadi penilaian sendiri bagi Guru untuk muridnya apakah layak atau tidak dituruni suatu ilmu.

Sifat Tawadhu

Guru adalah faktor terbesar dalam kesuksesan Anda belajar tenaga dalam. Untuk itulah seorang murid yang ingin berhasil harus memiliki akhlak yang baik pada Gurunya. Salah satunya adalah Tawadhu. Rasulullah SAW dalam sabdanya “Pelajarilah ilmu, pelajarilah ilmu dengan ketenangan dan sikap hormat, serta tawadhu lah kamu pada orang yang mengajarimu.”

Hingga sekarang sifat tawadhu atau rendah hati dan hormat pada Guru pun masih menjadi hal utama dalam mempelajari tenaga dalam. Seiring berkembangnya jaman semua orang bisa mempelajari ilmu tenaga dalam. Banyaknya buku-buku tentang belajar tenaga bisa didapatkan dimana saja.

Tetapi sayangnya, persentase orang “Jadi” atau berhasil sangat sedikit. Mengapa? Karena tidak ada sifat tawadhu pada Guru yang memberikan. Tidak ada sebuah sikap hormat yang harus dilakukan oleh murid kepada Guru.

Maka itulah sifat tawadhu ini sangat diperlukan, karena nilai keberkahan ilmu nya berada pada sikap rendah hati yang luar biasa pada Gurunya.

Mungkin hal-hal seperti menghamba pada Guru layaknya menimba air, bekerja di sawah, dan lainnya memang tidak bisa dilakukan di masa sekarang. Namun sikap hormat dan rendah hati pada Guru tetaplah bisa diterapkan sebaik mungkin dengan memanfaatkan teknologi komunikasi sekarang ini.

Sejatinya orang-orang yang belajar itu seperti menambah bacaan buku. Setiap buku yang selesai dibacanya haruslah menambah ilmu dan mendapatkan hal-hal yang tidak didapat pada buku yang sebelumnya.

Maka bisa disimpulkan, bahwa dengan kerendahan seorang murid yang luar biasa , maka ia akan memperoleh keberkahan dari ilmunya.

Cara Tawadhu Pada Guru

Untuk memudahkan pandangan Anda mengenai tawadhu pada Guru, hal-hal berikut ini bisa Anda terapkan dalam mempraktekkan sifat tawadhu pada Guru.

  1. Meneladani penerapan ilmu dan akhlak sang guru
  2. Mendoakan guru
  3. Memperhatikan etika-etika dan sopan santun ketika berada di depan guru
  4. Memperhatikan etika dalam mendengarkan hal yang disampaikan guru
  5. Sabar dalam proses pembelajaran bersama guru
  6. Memperhatikan adab dalam menyikapi kesalahan guru. Bisa dengan menegur guru secara sopan dan lembut, serta tidak menegurnya didepan banyak orang.

Dalam mempelajari tenaga dalam tidak hanya dengan mengikuti cara-cara yang diajarkan saja. Tetapi diperlukan sifat tawadhu dan hormat pada Guru agar setiap ilmu tenaga dalam yang kita pelajari terdapat keberkahan didalamnya.

Sampai disini penjelasan sifat tawadhu dalam mempelajari ilmu tenaga dalam. Semoga bermanfaat untuk Anda.

 

Baca Juga :

Ilmu Asmak Sapu Jagat – Warisan Penting Ilmu Sunan Kalijaga

Tumbangkan Lawan Dengan Satu Pukulan Mematikan Ajian Brajamusti

Mengenal Ilmu Tenaga Dalam Asmak Kurung

101 total views, 2 views today