[Edisi Spesial] Jejak Parapsikolog – Wisata Religi Karimunjawa di Makam Sunan Nyamplungan

Jejak Parapsikolog

Jejak parapsikolog pada kesempatan ini melakukan perjalanan ke makam Sunan Nyamplungan, seorang anak dari Sunan Muria yang makamnya terletak di Karimunjawa Kabupaten Jepara.

Saya, Kang Masrukhan tidak sendiri. Saya sengaja mengajak anak dan beberapa keponakan saya, tujuannya untuk mengenalkan salah satu waliyulloh serta peninggalan-peninggalan umat islam di masa lalu.

Ketika Pertama masuk ke wilayah Makam, suasana disekitar yang saya lihat masih sangat asri dan alami dikelilingi oleh hutan. Terasa sekali energi positif yang besar mengelilingi kami. Kawasan makam terlihat terawat, bersih dan nyaman. Kami melanjutkan berjalan keatas menyusuri puluhan tangga kecil untuk menuju ke Pusara Sunan Nyamplungan.

Sesampainya dilokasi makam Sunan Nyamplungan, saya beserta anak dan keponakan bersama-sama memanjatkan doa. Makam Sunan Nyamplungan tergolong panjang, karena memang orang di zaman para sunan memiliki postur tubuh yang tinggi, tidak heran bila setiap kita berziarah ke makam para sunan kita menemui makam yang panjang.

Perjalanan kami lanjutkan dengan melihat lebih dekat Mustaka Masjid, mendatangi makam lainnya yang ada disekitar lokasi, hingga menyegarkan muka dengan air sendang Sunan Nyamplungan.

Lihat video ini untuk menyaksikan perjalanan kami

Kisah Sunan Nyamplungan

Sunan Nyamplungan, memiliki nama asli Amir Hasan. Amir hasan adalah Putra Sunan Muria yang perilakunya cenderung nakal. Semenjak dititipkan kepada pamannya Sunan Kudus, Perilaku Amir Hasan berubah menjadi taat dan santun.

Melihat kemampuannya yang mumpuni, Sunan Muria mengutus Amir hasan pergi ke sebuah pulau yang kremun-kremun (samar-samar) dilhar dari gunung Muria. Amir Hasan berangkat dan dibekali dua buah biji Nyamplung untuk ditanam ditanah pulau tersebut. Disamping itu ia juga membawa Mustaka Masjid.

Pulau kremun – kremun tersebut akhirnya menjadi tempat tinggal Amir Hasan dan biji nyamplung yang ditanam tumbuh subur hingga mengelililingi pulau. Sukses menyebarkan agama islam, Amir Hasan diberi sebutan oleh masyarakat sebagai Sunan Nyamplungan.

Kepergian Amir Hasan ternyata tidak diketahui oleh ibunya. Mengetahui anaknya sudah tidak ada dirumah, ibunya bergegas menyusul dengan membawa tambahan bekal berupa pecel lele.

Setibanya dipantai, anaknya telah menyeberang ke pulau kremun-kremun. Kemudian sang ibu melemparkan bekalnya ke laut dengan harapan bisa tersampaikan kepada anaknya. Ajaibnya bungkusan itu terbawa ombak dan mengikuti penyebarangan Amir Hasan.

Hal inilah yang konon kemudian mengakibatkan ikan-ikan lele yang ada di Karimunjawa tidak memiliki patil. Areal ini sekarang dikenal dengan nama Legon Lele, yaitu kawasan di bagian timur Pulau Karimunjawa. Demikian pula, konon, sampai sekarang siput yang hidup di Legon Lele juga memiliki ciri khas, yaitu punggungnya belong.

Kisah lainnya adalah seekor ular yang menghadang dan menyerang Sunan Nyamplunga ketika hendak menyebarkan agama islam. Dibuat marah, Sunan Nyamplungan mengutuk ulat itu menjadi buta. Hinnga sekarang ular yang diebut ular edor itu tidak mampu bergerak saat siang hari

Adapula pohon Dewandaru, Kalimasada, dan Setigi disekitar lokasi makam Sunan Nyamplungan yang memiliki tuah begitu besar dalam menghalau roh jahat.

Untuk para umat muslim yang menjalankan sunah ziarah wali salah satunya dapat mengunjungi Makam Sunan Nyamplungan ini.

86 total views, 1 views today

Bagikan informasi ke teman/kerabat melalui :